Mencari didalam Database Koleksi

Anda ingin mencari sendiri di dalam database koleksi kami? Mohon klik disini

 

Isi koleksi
Koleksi yang dimiliki MUMA menggambarkan sejarah, kultur serta aktualitas tentang komunitas orang Maluku di Belanda dan tentang orang-orang Maluku pada umumnya. Ini terdiri dari:

Gambar-gambar (foto/dia/negatif)

Arsip-arsip (dalam penyelesaian)

Guntingan/kliping koran (kira-kira sejak tahun 1950-sekarang)

Objek-objek

Materi audiovisual (antara lain: wawancara dan rekaman dari orang-orang lain)

Database (ikthisar dari pada kejadian-kejadian penting)

Buku-buku

Volume Majalah-majalah

Artikel-artikel majalah

 

Asal Usul Koleksi

Sebagai institusi sederhana yang muncul dari inisiatif kalangan komunitas orang Maluku sendiri, MUMA sejak awal terbentuknya sampai dengan sekarang, telah mengumpulkan berbagai macam koleksi yang unik. Museum ini telah menerima berbagai objek-objek, arsip-arsip, buku-buku, foto-foto dan materi audiovisual dari berbagai orang serta organisasi. Karenanya, koleksi yang terdapat di MUMA adalah koleksi unik yang hanya dapat ditemukan di dalam museum ini. Seiring dengan berjalannya waktu, koleksi MUMA telah bertambah, antara lain dengan projek wawancara dan materi lainnya yang telah terkumpulkan melalui studi/riset dan pameran-pameran sementara. Koleksi ini menjadi dasar yang memungkinkan MUMA mengenalkan sejarah serta kultur dari populasi orang Maluku di Belanda.


Koleksi Gambar

Koleksi foto-foto, negatif-negatif serta dia-dia yang ada, memperlihatkan berbagai macam topik. Antara lainnya dapat ditemukan foto-foto tentang orang-orang Maluku pada jaman kolonial serta pada jaman sejarah militer dan politik Indonesia sekitar Perang Dunia Kedua, dan juga pada jaman dekolonialisasi. Selanjutanya terdapat juga foto-foto pada jaman kedatangan orang-orang Maluku ke Belanda pada tahun 1951 dan kedatangan pertama mereka kedalam kamp-kamp. Sebagian besar koleksi gambar-gambar mencakup foto-foto tentang kamp orang Maluku di Belanda, namun terdapat juga koleksi foto pada dekade berikutnya dan koleksi foto pada jaman sekarang. Tentang orang-orang Maluku sendiri, terdapat serangkaian seri dari tahun 80an, 90an dan 95an, dengan topik seperti: kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari di kota serta di desa, perjalanan dan alam. Konsekuensi dari pada perang sipil pada tahun 1999 dapat juga dilihat. Selain itu juga terdapat rekaman tentang aktivitas-aktivitas orang-orang Maluku di Belanda dan di Maluku. Koleksi kami tentunya bertambah dengan adanya pinjaman, pemberian dan reportase sendiri.

Dalam hal penggunaan dan penerbitaan gambar-gambar dari koleksi kami, terkait beberapa kondisi.


Database

Database kami terdiri dari kurang lebih 2500 perisitiwa dalam sejarah orang Maluku sejak tahun 1599 hingga saat ini. Sebagian penting, terdiri dari data yang mencatat peristiwa harian saat Kerusuhan, yaitu saat Perang Sipil di Maluku yang berkobar sejak tahun 1999. Sumber dari data ini adalah InfoDoc Maluku, yang pada saat itu didirikan secara khusus untuk memberikan informasi kepada orang-orang Maluku di Belanda.

Koleksi Perpustakaan

Diantara volume majalah-majalah yang tersedia, majalah-majalah terdaftar berikut ini juga dapat dilihat secara digital di ruang baca (mohon membuat janji sebelumnya): Cakalele, De Zuidmolukker, Iccan-brief, Kora-Kora, Lembaga, Marinjo (IWM), Mata Rantai, Mena Muria (door A.F. Pasanea), Mena Muria (voorlichtingsblad RMS), Mena Muria (krant), MHM-Nieuwsbrief, Pedoman, Pertemuan, Stem van Ambon, Tagalaja, Tanuar, Tjengkeh, Toma, Zelfbeschikking. Judul-judul ini dapat dicari sesuai kata kunci atau nama-nama terkait.

Salah satu koleksi khusus yang kami miliki adalah koran-koran dari Maluku sejak tahun 2000 sampai sekarang: Ambon Ekpres, Dewa, Ekspresi, Info Baru, Metro Maluku, Suara Maluku (sebagian juga tersedia secara digital di ruang baca, mohon membuat janji sebelumnya).


Cerita-Cerita Pribadi

Dalam 25 tahun keberadaannya, museum ini telah melaksanakan dua proyek wawancara yang besar. Yang pertama adalah pada periode 1988-1989 dengan orang-orang di Belanda, yang kedua pada periode 2009-2010 di Belanda dan di Indonesia dalam rangka program Warisan Perang – Saksi Cerita (dalam bahasa Belanda: Erfgoed van de Oorlog – Getuigen Verhalen).