Dibutuhkan Informasi


Selama beberapa waktu Tuan Paul menginvestigasi apa yang telah terjadi kepada tiga tahanan perang asal Belanda yang dieksekusi di Amahei (Seram) pada tanggal 21 Oktober 1943. Melalui Museum Sejarah Maluku, beliau mengajukan permohonan kepada komunitas-komunitas masyarakat Maluku untuk mencari tahu lebih dalam kejadian tersebut.

Tujuan:
•    Mengindentifikasi lokasi di mana ketiganya dieksekusi dan dimakamkan.
•    Menggali dan mengindentifikasi jasad yang tersisa.
•    Memakamkan kembali ketiganya dengan penghormatan setinggi-tingginya.

Dalam dua dokumen terpisah tercantum bahwa pada hari Senin tertanggal 13 Mei 1946, tiga tahanan perang yang merupakan serdadu Maluku mengalami kejadian sebagai berikut;
1.    Fuselier Simon Mainasse mengatakan, “Saya kemudian mendengar dari orang lain bahwa tiga orang tahanan perang Jepang telah dipindahkan menggunakan kapal kayu. Mereka ditusuk menggunakan bayonet setelah menerima bantuan makanan dari sanak saudara saya.”
2.    Prajurit kelas satu, Martin Tamaela menyatakan, “Ada informasi yang sampai ke saya bahwa tiga orang Belanda yang menjadi tahanan diturunkan kembali setelah sebelumnya akan dipindahkan. Ketiganya ditusuk menggunakan bayonet di bandara pada sebuah tanjung.”
Hal ini disaksikan oleh Jacob Wattimena dan Jopie Wattimena, ketika keduanya berdomisili di Amahei.

Untuk itu dimohon:

Kepada para pembaca yang mengenali keluarga ataupun sanak saudara dari Keluarga Wattimena, Mainasse, dan Tamaela yang pernah mengetahui informasi mengenai hal di atas (baik mendengar ataupun membaca catatan keluarga besar) dapat menghubungi saya untuk memberikan tambahan informasi dalam rangka memenuhi tujuan di atas.

Saya sadar bahwa kejadian tersebut telah lama terjadi. Namun guna mengusahakan tujuan di atas, jika ada diantara pembaca yang mengetahui hal tersebut, dimohon dengan segala hormat untuk menghubungi saya via email maupun telepon melalui kontak sebagai berikut:

Tom Paulus: 070-3908359,
tom.irma.2013@gmail.com